Rabu, 10 Oktober 2012

Faktor-faktor yang membuat premi asuransi lebih mahal

Dalam dunia investasi dikenal dengan ungkapan, “high risk high gain”. Dengan kata lain, investasi yang beresiko tinggi akan didapatkan keuntungan yang tinggi pula. Senada dengan hal tersebut, dalam hal asuransi, semakin tinggi resiko finansial seseorang maka akan dituntut premi yang tinggi pula. Dalam hal ini adalah asuransi jiwa atau asuransi kesehatan. Jadi, premi yang tinggi di sini adalah yang disebabkan oleh resiko finansial yang tinggi, bukan karena banyaknya produk-produk asuransi yang dipilih atau karena tuntutan uang pertanggungan yang tinggi.

Resiko finansial yang tinggi terkait dengan kondisi tertanggung tersebut terdiri dari 3 hal, secara rinci sebagai berikut:
  • Resiko pekerjaan
Semakin tinggi resiko dalam pekerjaan tertanggung akan berdampak pada premi yang tinggi pula. Pekerjaan yang dimaksud misalnya, polisi, tentara, pilot, pekerja tambang, dsb.
  • Resiko hobby
Banyak pula hobby/kegemaran yang beresiko tinggi seperti, panjat tebing, off-road, terjun payung, terbang layang, lintas alam/hiking dsb.
  • Resiko Kesehatan
Seseorang yang memiliki resiko kesehatan yang tinggi juga akan dituntut untuk membayar premi lebih mahal. Status perokok atau bukan perokok dari seorang tertanggung juga menjadi salah satu pertanyaan kunci oleh pihak asuransi dalam menentukan tinggi rendahnya resiko kesehatan dari calon nasabah. Faktor lain adalah penyakit kronis yang pernah diderita, riwayat penyakit, penyakit turunan, pernah atau tidaknya dilakukan operasi bedah karena sakit tersebut, dan sebagainya.

Namun jika seseorang sadar akan pentingnya pengelolaan resiko finansial, berapa pun premi asuransi akan tetap dibayarkan untuk melindungi diri dan keluarga. Apalagi datangnya  resiko tersebut sudah diduga sebelumnya alias termasuk kategori beresiko tinggi.

Sekian, terima kasih & salam..


0 komentar:

Posting Komentar