Barangkali banyak yang sudah mengetahui bahwa asuransi bertujuan untuk melindungi nasabah dari resiko finansial. Resiko finansial bisa muncul kapan pun tanpa bisa diprediksi karena kejadian yang membuat nasabah secara mendadak tidak lagi bisa produktif dalam mencari rejeki, baik karena jatuh sakit, kecelakaan hingga cacat tetap sampai dengan meninggal (sesuai jenis perlindungan yang dikehendaki). Asuransi dimaksudkan untuk melindungi diri seperti perawatan medis, dan melindungi keluarga seperti pendidikan anak atau santunan keluarga.
Sebelum mengetahui perbedaan mendasar antara Asuransi, Unit Link dan Investasi, sebaiknya kita ikuti uraian dan latar belakang sebagai berikut.
Sebelum mengetahui perbedaan mendasar antara Asuransi, Unit Link dan Investasi, sebaiknya kita ikuti uraian dan latar belakang sebagai berikut.
Jangka
waktu perlindungan dalam asuransi jiwa umumnya ada beberapa pilihan batasan
usia (ada juga yang seumur hidup). Seseorang
memilih jangka waktu perlindungan pada batas usia tertentu dengan pertimbangan
agar premi yang dibayarkan lebih murah. Batasan usia tersebut dipilih pada
rentang waktu usia paling rawan, yaitu dimulai pada saat seseorang mengawali
karir, dimana kondisi keuangan masih belum memadai sementara anak-anak masih kecil
yang kelak membutuhkan banyak biaya sekolah.
Ketidakpastian hidup menjadi pertimbangan seseorang untuk “mengamankan”
anak-anaknya. Ujung dari batasan usia perlindungan adalah ketika (berdasarkan
perhitungan) anak-anak dianggap sudah dewasa dan sudah mandiri.
Nah, setelah melewati usia yang dilindungi ternyata tidak terjadi apa-apa, apakah uang yang dibayarkan (premi) ke perusahaan asuransi akan hilang?
Jawabnya ya.. Uang tersebut hanya diberikan kepada nasabah yang mengalami musibah finansial. Itu kalau program yang diikuti adalah Asuransi Murni. Jika program yang diikuti adalah asuransi jenis Unit Link, maka dana akan bisa dicairkan walaupun nasabah tidak mengalami musibah finansial (jenis musibah terdapat pada daftar yang dilindungi oleh asuransi). Mengapa bisa begitu? Apa itu Unit Link?
Unit link adalah jenis asuransi yang "mengandung" investasi. Jadi premi yang dibayarkan mengandung dana tabungan yang kelak bisa dicairkan. Umumnya dana bisa dicairkan ketika jangka waktu (usia nasabah) yang diproteksi oleh asuransi telah tercapai. Namun jika dalam masa perlindungan, nasabah atau tertanggung dalam asuransi mengalami musibah, maka uang pertanggungan akan diberikan sesuai jumlah yang tertera pada polis asuransi. Di samping uang pertanggunan, nasabah juga masih memiliki dana investasi yang bisa dicairkan sewaktu-waktu. Dengan membandingkan Unit link dengan Asuransi Murni tentu bisa dipastikan bahwa premi yang harus dibayarkan ke Unit Link akan relatif lebih mahal.
Jadi, mana yang lebih optimal antara asuransi murni, investasi murni atau Unit Link?
Asuransi murni dan Investasi murni memiliki tujuan dan manfaat yang berbeda, sedangkan Unit link merupakan kombinasi keduanya. Jadi kurang tepat jika gain yang diperoleh dari Unit Link dibandingkan dengan gain dari investasi, misalnya dengan reksadana. Tentu reksadana akan memiliki gain yang lebih besar, karena memang itu tujuan investasi. Adapun Unit Link diperuntukkan agar nasabah mendapat proteksi selama periode asuransi. Tapi perlu diingat, bahwa dalam dunia investasi terdapat hukum, “High risk high gain”. Semakin besar keuntungan (gain) yang ingin didapatkan harus siap juga dengan resiko kehilangan (loss) yang besar pula. Kalau coba dimasukkan dalam matriks, barangkali akan terlihat seperti pada tabel berikut:
Jenis
|
Tujuan
|
Manfaat
|
Keuntungan
|
Kerugian
|
Asuransi Murni
|
Mendapat perlindungan finansial
|
Rasa aman terhadap resiko finansial
|
Premi lebih murah
|
Dana hilang jika tidak ada klaim
|
Asuransi Unit link
|
Mendapat perlindungan finansial
|
Rasa aman terhadap resiko finansial
|
Dana bisa dicairkan jika tidak ada klaim
|
Premi lebih mahal
|
Investasi Murni
|
Mendapatkan gain sebesar-besarnya
|
Mempunyai simpanan dana segar
|
Gain yang besar
|
Tidak ada perlindungan dan ada resiko kehilangan dana
|
Demikian sekilas perbandingan jenis-jenis pengelolaan keuangan, masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan. Pilihan ada di tangan Anda. Apabila ada koreksi silahkan memberikan umpan balik.
Sekian, terima kasih & salam...
Sekian, terima kasih & salam...
0 komentar:
Posting Komentar